Archive for the ‘Internasional’ category

Amnesti Kecam Hukuman Cambuk Malaysia

February 18th, 2010
Amnesti Internasional hari Rabu mendesak Malaysia untuk mengakhiri hukuman cambuk dengan rotan.

Karena AIDS, Ia Tega Membunuh Kekasihnya

February 18th, 2010
Seorang mantan presenter TV BBC yang mengaku telah membunuh kekasihnya lantaran mengidap AIDS, ditahan aparat kepolisian setempat atas tuduhan melakukan pembunuhan.

Wartawan Irak Diculik di Depan Rumah

February 18th, 2010
Penculikan terhaap wartawan lagi-lahi terjadi. Kemarin, seorang wartawan Irak diculik di Kirkuk, Irak utara.

2.000 WNI Serbu KBRI Kuala Lumpur

February 18th, 2010
Sekitar 2.000 warga negara Indonesia (WNI), termasuk TKI (tenaga kerja Indonesia), mendatangi KBRI Kuala Lumpur untuk mengurus perpanjangan paspor, legalisasi dokumen lainnya, dan pengurusan SPLP (surat pengganti laksana paspor).

Pengadilan Bebaskan 14 Sekutu Fonseka

February 18th, 2010
Sebuah pengadilan di Sri Lanka hari Rabu membebaskan 14 orang yang ditahan atas tuduhan merencanakan kudeta bersama pemimpin oposisi dan mantan panglima militer Sarath Fonseka.

1.100 Polisi Dikerahkan untuk Gulung Taliban

February 18th, 2010
Afganistan makin bernafsu untuk secepatnya menumpas habis Taliban. Kemarin, sekitar 1.100 perwira polisi dikerahkan ke kawasan Marjah untuk melakukan penyerangan.

Sukses Operasi Lidah, Bekas Presiden Peru Segera Balik Penjara

February 18th, 2010
Mantan presiden Peru yang dipenjara, Alberto Fujimori akhirnya sukses menjalani operasi untuk menghapus lesi dari lidahnya, Rabu (17/2/2010).

Clinton: AS Tak Akan Serang Iran dengan Aksi Militer

February 18th, 2010
Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menegaskan, bahwa negaranya tidak memiliki rencana aksi militer terhadap Iran atas program nuklirnya

Sebentar Lagi, Dalai Lama Bertemu Obama

February 18th, 2010
Seperti dijadwalkan, pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama hari Rabu berangkat menuju Amerika Serikat untuk bertemu Presiden Barack Obama.

Obama Mendadak Kumpulkan Pembantunya

February 17th, 2010
Presiden AS Barack Obama hari Rabu mendadak mengumpulkan anggota kabinetnya yang bertanggungjawab atas perang di Afganistan.